Masih menjelajah Lampung, gue ke arah Barat sejauh kurang lebih 13km dari kota Bandar Lampung dan sampailah di suatu desa yang tenang bernama Desa Wiyono. Desa ini terletak di Kaki Gunung Betung. Kenapa gue ke daerah ini? Karena kita bakalan main Downhill! Yeah! Pengalaman pertama banget bagi gue nyobain sepeda berat itu dan memacu adrenalin mengikuti lekuk tanah dari atas bukit menuju kebawah.
Memasuki daerah ini, sinyal memang agak susah sih. Setelah melewati jalan menanjak dan berbatu yang di sepanjang jalannya terdapat deretan rumah warga, perkebunan serta persawahan, sampe juga gue dan tim ANTV di rumah warga yang biasa di jadiin tempat loading dan penitipan sepeda. Satu keluarga yang berasal dari Jawa dan memiliki keramahan yang sangat luar biasa. Setelah berbasa-basi sebentar, kita nerusin ke atas lagi dan kali ini ikut mobil pick up untuk loading sepeda Downhill.
Ga tau kenapa ya, gue rasa sepanjang nanjak, gue yang cuma duduk anteng dalem mobil aja ikutan capek gimana yang pada nyetir-___-"
Setelah bersusah payah melewati tanah yang kadang-kadang mengejukan ban mobil sampe susah gerak, akhirnya sampe kita di pos untuk bermain downhill. Panjang tracknya kira-kira 1,3 km dan ada diantara kebon coklat.
"FOCU-SPEED". THAT'S ALL YOU NEED
Bagi yang ngerti olahraga sepeda gunung, pasti ngerti apa yang dibutuhin sama downhill. yaitu kecepatan. Nah gimana caranya untuk sampe ke garis finish dngan waktu yang sangat cepet. Track downhill memang dirancang agar tidak banyak pedaling (ngegowes) jadi kita hanya mengikuti alur tari track tersebut dan menggunakan teknik untuk menambah kecepatan.
Uji coba sepeda pertama menghasilkan 3 kali jatoh akibat kecepatan tinggi, berm (belokan) dan surpriiiisseeee! ada pohon nangkring! dan selalu begitu. Berbuahlah memar2 dan luka2 yang sangat macho ini! Uji coba kedua gue ga ada kapoknya nih. gue masih penasaran. Dengan kecepatan yang tetep tinggi dipandu sama Ka Oka dari Rakata yang-jagonya-udah-kayak-ngemilin-ban-sepeda-tiap-malem-itu. Tetapi, emang dewi fortuna dan dewi rezer lg ga berpihak sama gue. terjatuhlah aku si hamba allah ini sekali lagi daaann menyebabkan memar dan luka di daerah vital perempuan.
Tapi gapapa, the show must go on man! Pulang dari survey gue dibawa ke UGD buat di periksa. Alhamdulillahh masih bisa nerusin walaupun agak2 gimana gtu ya rasanya! Besoknya kita taping. Dan akibat kejadian kemaren, gue memutuskan untuk rolling. Yaitu mainan downhill dgn kecepatan konstan (yg jadinya malah pelan) Lumayan lah yaaa yang penting serunya masih dapet.
Track ini di rekomendasiin banget buat goweser yang mau belajar downhill. Karena ga terlalu curam dan tenang banget suasananya. Tapi buat yang expert oke juga kok ini. Ada banyak obstacle yang bisa di explore.
thanks to udophotography for the photos
Comments
Post a Comment