Skip to main content

Jobless.Lifeless. Loveless. Graceless

Selain karena leptop gue yang rusak membabi buta, gue rasa otak gue  makin lama makin brutal.
Otak brutal. Itu sebutan bagi orang yang nekat. Gue gatau ya apakah itu tergolong fearless atau bahkan membawa bencana bagi dirinya sendiri.

Sebagai manusia, lo pasti pengen rasanya bersyukur atas apa yang lo punya. Temen, pekerjaan, keluarga, uang, kesejahteraan, kebahagiaan dan lain-lain. Tapi apa yang terjadi disaat lo ga pernah puas sama apa yang lo dapet? Hal baru yang lo pikir bisa menambah kebahagiaan lo, tapi  malah lo jadi obses dan kehilangan apa yg selama ini lo udah punya. get some lose all. Worth it? lo yang tau apakah itu semua sebanding dan berharga buat lo. 




The thing is, manusia emang ga pernah puas. Mau membahagiakan semua yang ada sekelilingnya. Come on, we're not God yang bisa bikin semua org bahagia. Gue yakin setiap orang pasti bisa membahagiakan dirinya masing2. Tapi emang kadang harus ada koneksi antar sesuatu yang bisa bikin sama-sama bahagia. Disitulah dibutuhkan keikhlasan dalam memberi atau menerima. Percuma lo mau semati2an apa ngasih kebahagiaan bagi orang lain tapi diri lo sendiri ga bahagia. Itu akan jadi suatu boomerang ketika orang yang lo bikin bahagia menyadari bahwa itu sepihak tanpa lo ngerasa bahagia yang sama.

Kadang-kadang, lo pengen mengabaikan semuanya untuk merasa you're the happiest person in the world tanpa harus mikirin orang lain. Tapi yang nyebelin adalah ada keterikatan moral yang menyebabkan lo ketarik lagi untuk ga bisa ignore. Lo pengen, tapi ga bisa. Yaaa namanya juga naluri.
Salah satu lagu yang gue suka dan menginspirasi adalah Florence and The Machine-Shake it Out(Tapi gue lebih suka versi glee) "And it's hard to dance with the devil on your back" Iya itu salah satu line nya. Lo bakal susah untuk mengejar kebahagiaan ketika lo ga bisa ata merasa sulit ngelepasin apa yang jadi beban. Beban itu pun bermacam-macam, tergantung kitanya. Lo takut kehilangan, atau lo takut akan masa depan. Lo jobless, lifeless, loveless dan merasa graceless. 
Kita sebenernya sadar kalo ada hal-hal yang harus dibuang untuk ngedapetin apa yang ideal, tapi kita terlalu takut atau bahkan gamau, arena keserakahan kita. Well, ga ada yang bisa disalahin sih, selama lo bisa memaintain itu semua dan asal lo bisa bertahan.

Comments

Popular posts from this blog

ikhlas dan pasrah

ikhlas sama pasrah beda tipis. seringkali gue bilang ini. gue sendiri pun belom bisa bedain apa itu pasrah apa itu ikhlas. mungkin pasrah adalah menerima segala yang terjadi mau ujung2nya kayak gimana, dan itu ga jelas udah diusahakan atau belom. sedangkan kalau ikhlas kita udah usaha semampu kita(atau bahkan sampe ada yang melewati batas) dan memang tetep ga sesuai dengan apa hasilnya, sehingga kita tau itu harus dilepasin. see? ikhlas is about to letting go. pasrah is about careless. mungkin saat ngelakuin sesuatu yang kita kira bakalan berhasil atau kita kira bakalan sesuai ekspektasi awal kita namun tidak tercapai, disaat itulah kita harus menentukan apakah kita harus optimis untuk hal itu atau malah berhati-hati dan kadang udah pesimis duluan.  memang kadang mengikhlaskan sesuatu itu ga semudah yang orang bilang "ikhlasin aja nanti pasti ada yang lebih baik" hey..itu ikhlas atau pamrih?! menurut gue, ikhlas adalah menerima sesuatu yang dari awal kita udah kita perki...

Tips Liburan Hemat Bali

Bulan Februari, sekitar tanggal 1 February gue jalan-jalan ke Bali setelah bertahun-tahun hanya melihat foto dari orang-orang tentang liburannya yang seru. Yah...maklum aja terakhir kali gue ke Bali itu SMA itu pun juga study tour. Boro-boro ke tempat fancy, yang ada ke pelabuhan pabrik ikan. heueheu... Akhirnya, setelah gue memberanikan diri dan mengumpulkan niat untuk melancong ke pulau sebrang, Gue susunlah strategi untuk bisa menikmati liburan murah dan seru di Bali. Kalau kalian mau pake cara gue silahkan, cuma rada sabar yah karena ini merupakan liburan dengan cara menata keuangan dan menyisihkan gaji perbulan.  Tiket Pesawat Gue mulai mengumpulkan uang dari 3 bulan sebelum keberangkatan. Caranya, gaji gue sisihkan dan nyicil dari mulai pesawat, akomodasi, transportasi dan tiket atraksi yang gue pengen datengin. Oiya gue ke Bali itu berdua, with my travel partner si Sarah. Pertama kita cari tiket pesawat yang murah dulu. Pesennya dari bulan November breh, biar tiap ...

Kebon Coklat dan Adrenalin

Masih menjelajah Lampung, gue ke arah Barat sejauh kurang lebih 13km dari kota Bandar Lampung dan sampailah di suatu desa yang tenang bernama Desa Wiyono. Desa ini terletak di Kaki Gunung Betung. Kenapa gue ke daerah ini? Karena kita bakalan main Downhill! Yeah! Pengalaman pertama banget bagi gue nyobain sepeda berat itu dan memacu adrenalin mengikuti lekuk tanah dari atas bukit menuju  kebawah.  Memasuki daerah ini, sinyal memang agak susah sih. Setelah melewati jalan menanjak dan berbatu yang di sepanjang jalannya terdapat deretan rumah warga, perkebunan serta persawahan, sampe juga gue dan tim ANTV di rumah warga yang biasa di jadiin tempat loading dan penitipan sepeda. Satu keluarga yang berasal dari Jawa dan memiliki keramahan yang sangat luar biasa. Setelah berbasa-basi sebentar, kita nerusin ke atas lagi dan kali ini ikut mobil pick up untuk loading sepeda Downhill. Ga tau kenapa ya, gue rasa sepanjang nanjak, gue yang cuma duduk anteng dalem mobil aja ik...